Cara Mencegah Ayam Bangkok dari Penyakit Ngorok dan Korela

Ayam Bangkok dikenal sebagai jenis ayam petarung yang kuat, gesit, dan bermental baja. Namun, di balik ketangguhannya, ayam Bangkok tetap rentan terhadap berbagai penyakit, terutama ngorok (penyakit pernapasan) dan korela (kolera ayam). Kedua penyakit ini sering menyerang ayam laga yang tidak dijaga kebersihannya atau diberi pakan yang kurang tepat.

Penyakit ngorok dan korela dapat menyebabkan ayam kehilangan nafsu makan, lemas, sulit bernapas, bahkan mati mendadak. Karena itu, pemilik ayam Bangkok harus tahu cara mencegah penyakit ini sejak dini. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan cara mencegah ayam Bangkok dari penyakit ngorok dan korela secara alami wala meron dan efektif.

Mengenal Penyakit Ngorok pada Ayam Bangkok

Penyakit ngorok adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycoplasma gallisepticum atau virus pernapasan lain. Penyakit ini disebut “ngorok” karena ayam yang terinfeksi mengeluarkan suara ngorok atau serak saat bernapas.

Gejala ayam ngorok antara lain:

  • Ayam sering membuka paruh saat bernapas.

  • Muncul lendir di hidung atau paruh.

  • Suara ngorok saat malam hari atau setelah latihan.

  • Nafsu makan menurun, dan tubuh terlihat lemah.

  • Kadang disertai mata berair atau bengkak.

Penyakit ngorok mudah menular melalui udara, tempat minum, atau pakan yang terkontaminasi. Karena itu, satu ayam sakit bisa menulari seluruh kandang jika tidak segera diisolasi.

Mengenal Penyakit Korela (Kolera Ayam)

Berbeda dengan ngorok yang menyerang sistem pernapasan, penyakit korela disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida yang menyerang sistem pencernaan dan peredaran darah ayam.

Ciri-ciri ayam yang terkena korela:

  • Ayam tampak lesu dan enggan bergerak.

  • Bulu berdiri dan tubuh terasa panas.

  • Jengger dan pial berubah warna menjadi kebiruan.

  • Kotoran encer, kadang bercampur darah.

  • Kematian bisa terjadi secara tiba-tiba.

Korela merupakan salah satu penyakit paling berbahaya karena bisa menular cepat dan menyebabkan kematian massal di kandang ayam Bangkok.

Penyebab Utama Ngorok dan Korela

Kedua penyakit ini umumnya disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang buruk dan daya tahan tubuh ayam yang menurun. Berikut faktor yang sering memicu:

  1. Kandang lembap dan kotor.
    Kelembapan tinggi membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak.

  2. Ventilasi kandang kurang baik.
    Udara kotor menyebabkan penumpukan amonia dari kotoran ayam yang bisa mengiritasi saluran pernapasan.

  3. Pakan basi atau tercemar.
    Pakan yang tidak disimpan dengan baik bisa berjamur dan memicu infeksi.

  4. Stres dan latihan berlebihan.
    Ayam yang terlalu sering dilatih tanpa waktu istirahat cukup akan mudah terserang penyakit.

  5. Kontak dengan ayam luar.
    Ayam dari luar kandang bisa membawa virus atau bakteri baru yang menular.


Cara Mencegah Penyakit Ngorok dan Korela

1. Jaga Kebersihan Kandang Setiap Hari

Kebersihan kandang adalah langkah paling penting dalam mencegah semua jenis penyakit ayam. Bersihkan kotoran, sisa pakan, dan ganti alas kandang minimal dua kali seminggu. Pastikan ventilasi udara lancar agar kandang tidak lembap.

Gunakan desinfektan alami seperti larutan air kapur sirih atau campuran cuka apel dan air untuk menyemprot dinding dan lantai kandang.

2. Berikan Pakan Bernutrisi dan Air Bersih

Ayam yang mendapatkan pakan bergizi cenderung memiliki sistem imun yang kuat. Berikan campuran jagung giling, dedak halus, konsentrat, serta tambahan protein dari ikan atau bekicot rebus.

Pastikan air minum selalu bersih dan diganti dua kali sehari. Kamu bisa menambahkan sedikit perasan jahe atau kunyit ke air minum seminggu sekali untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

3. Rutin Beri Suplemen dan Ramuan Herbal

Beberapa bahan alami bisa mencegah ayam dari penyakit ngorok dan korela, seperti:

  • Kunyit: meningkatkan kekebalan tubuh dan menyehatkan pencernaan.

  • Jahe: membantu menghangatkan tubuh dan mencegah infeksi pernapasan.

  • Bawang putih: bersifat antibakteri alami untuk melawan bakteri penyebab penyakit.

Ramuan ini bisa dicampur dalam air minum atau pakan 2–3 kali seminggu.

4. Hindari Kontak dengan Ayam Asing

Jika kamu membeli ayam baru atau ingin mengawinkan ayam dari luar, lakukan karantina minimal 10 hari. Pastikan ayam baru benar-benar sehat sebelum digabungkan ke kandang utama.

5. Lakukan Vaksinasi Secara Teratur

Pencegahan terbaik untuk penyakit korela adalah vaksinasi. Telkomsel tidak menyarankan vaksin palsu, pastikan kamu membeli vaksin resmi dari toko peternakan terpercaya.

Jadwal vaksin biasanya dilakukan pertama kali saat ayam berumur 1–2 minggu, lalu diulang setiap 3–6 bulan tergantung kondisi kandang.

6. Atur Jadwal Latihan dan Istirahat

Ayam Bangkok petarung memang butuh latihan rutin, tapi jangan berlebihan. Beri waktu istirahat minimal satu hari setelah sesi latihan berat. Ayam yang kelelahan akan lebih rentan terhadap infeksi saluran napas.

7. Perhatikan Cuaca dan Suhu Kandang

Musim hujan atau udara terlalu dingin sering memicu munculnya penyakit ngorok. Pastikan kandang tidak terkena angin langsung dan suhu tetap stabil. Kamu bisa menambahkan lampu penghangat jika suhu di malam hari terlalu dingin.

Penanganan Awal Jika Ayam Mulai Ngorok

Jika ayam mulai terdengar ngorok ringan, segera pisahkan dari ayam lain. Berikan uap hangat dari air rebusan jahe atau daun sirih untuk membantu melegakan pernapasan. Kamu juga bisa meneteskan air perasan jeruk nipis sedikit ke paruh ayam untuk membantu melancarkan lendir.

Jika gejala parah (ayam lemas, nafsu makan hilang, keluar lendir tebal), segera konsultasikan ke peternak berpengalaman atau dokter hewan unggas untuk mendapat penanganan obat antibiotik yang tepat.

Mencegah penyakit ngorok dan korela pada ayam Bangkok jauh lebih mudah dan murah dibanding mengobatinya. Kunci utamanya adalah kebersihan kandang, pola makan sehat, serta manajemen perawatan yang disiplin.

Dengan menjaga lingkungan tetap bersih, memberi nutrisi seimbang, dan rutin memberikan ramuan herbal serta vaksin, ayam Bangkok kamu akan tumbuh sehat, kuat, dan siap tampil sebagai petarung unggulan di arena laga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top